Pengabdian Masyarakat

Kehutanan

Flora & Fauna

Potensi Bencana

Senin, 27 April 2015

Tim Ekspedisi NKRI 2015 Adakan Khitanan Masal Sebagai Wujud Kepedulian Sosial


Subkorwil Alor - Sebanyak  400 warga memadati aula yang dijadikan sebagai tempat diadakannya kegiatan khitanan masal sejak pukul 09.00 WITA.Tim Ekspedisi NKRI 2015 bekerja sama dengan Fatayat NU serta tim medis dari dinas kesehatan kabupaten Alor yang bertempat di Desa Alor Besar, Kampung Sebanjar, Kecamatan Alor Barat Laut (26/04).

Kegiatan ini dihadiri oleh Dandim 1622/Alor selaku Dansub Ekspedisi NKRI 2015 subkorwil 7/Alor Letkol Inf Ahmad Marzuki, anggota DPRD kabupaten Alor Marjuki Kalake dan Muhammad Marweki, A1 Bupati Alor Drs. Ahmad Maro, serta ketua Fatayat NU PAC Alor Barat Laut Rismawati, S.Pd.

Letkol Inf Ahmad Marzuki, Dansubkorwil Ekspedisi NKRI 7/Alor, dalam sambutannya berharap bahwa kegiatan pengabdian masyarakat seperti khitanan masal seperti ini akan terus diadakan ke depannya untuk membantu masyarakat dan turut menciptakan generasi pemimpin yang kuat.

"Anak-anak (yang dikhitan) akan menjadi penggati kita, untuk memimpin Alor ini menjadi lebih baik."

Ustadz Tamrin Koho Fatayat NU juga menambahkan Khitanan merupakan perintah dari Allah SWT dan wajib hukumnya bagi laki-laki yang beragama islam.

"Kegiatan ini sangatlah tepat diadakan. Sebab dengan adanya khitanan ini sekaligus menjadi pendidikan dan pelaksanaan sunah Nabi Muhammad SAW."


 Tim Medis yang terdiri dari Tim Ekspedisi NKRI Kapten Ckm Zulima, Sertu Zuanles dibantu oleh dokter dan perawat dari Dinas Kesehatan kabupaten Alor.


Kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan atas dasar kondisi sosial yang ada di kecamatan Alor Barat Laut. Sebagai kawasan berpenduduk mayoritas muslim, banyak anak di kecamatan Alor Barat Laut yang akan memasuki usia baligh namun kesulitan dana untuk melaksanakan khitan sendiri. Oleh karena itu, kegiatan khitanan masal ini merupakan solusi tepat sasaran dalam membantu masyarakat sekitar.

Sebagai penutup, Marzuki juga berterima kasih kepada seluruh anggota Ekspedisi NKRI yang sejak Februari lalu bekerja keras membantu masyarakat di berbagai daerah di Alor.

"Terimakasih sudah berkecimpung di masyarakat Alor. Ini adalah bukti nyata untuk mewujudkan satu kebersamaan NKRI." (TIM MEDIA EKSPEDISI NKRI 2015)

Sabtu, 25 April 2015

TNI AD berangkatkan KM ADRI XLIX Dukung Ekspedisi NKRI 2015



Ekspedisi NKRI 2015 - Direktorat Perbekalan dan Angkutan Angkatan Darat (Ditbekangad) sebagai kekuatan alat angkut air di jajaran TNI AD memberangkatkan KM ADRI XLIX  menuju Kepulauan Nusa Tenggara dalam mendukung pendorongan Logistik Ekspedisi NKRI 2015 (25/04/2015).

Upacara pemberangkatan dipimpin langsung oleh Danyon Bekang-4/Air Letkol Cba Atjep Miharjasoma di Pangkalan Yonbekang-4/Air Tanjung Priok Jakarta Utara. Armada andalan Yonbekang-4/Air ini mengangkut material Jembatan, 18.060 Pohon  dari paguyuban Budiasi yang akan didistribusikan di wilayah Ekspedisi NKRI 2015, diantaranya  Karang Asem,  Lombok timur, Sumbawa, Bima, Sumba Barat Daya, Ende, Alor dan Belu.

Selain Material jembatan, KM ADRI XLIX juga mengangkut bantuan obat obatan dari Kemenkes, peralatan Olahraga dari Kemenpora, peralatan sekolah dari Kemendikbud, buku keagamaan dari Kementrian Agama, Bantuan dari Pelindo dan MNC Group serta Bantuan Jembatan gantung dari Bapak Tony Ruttimann yang akan didistribusikan melalui kegiatan Ekspedisi NKRI.

KM ADRI XLIX yang di Pimpin oleh Mayor Cba Muhibur ini memiliki panjang 68 meter, lebar 13,50 meter, tinggi geladak 5,70 meter, sarat air 2,75 meter, dilengkapi dengan mesin penggerak dengan ukuran 2 x 720 HP, kecepatan maksimal yang bisa dicapai yaitu 20 Knot, dengan tanki bahan bakar berkapasitas 250 ton, dan tanki air tawar berkapasitas hingga 432 ton, dengan jarak jelajah kapal mencapai 3.000 mil laut. serta ruang palkah bervolume 1.450 m3.

“Kapal pendarat serbaguna ini menuju Kepulauan Nusa Tenggara mengantar Logistik dalam mendukung kegiatan Ekspedisi NKRI yang merupakan wujud nyata kepedulian TNI bersama Komponen bangsa dalam mengatasi kesulitan rakyat”, demikian disampaikan Letkol Cba Bambang Muktiyono Kabagminlog Ekspedisi NKRI 2015 yang memimpin  langsung  kegiatan pendorongan Logistik di Pangkalan Yonbekang-4/Air Tanjung Priok Jakarta Utara.

Selain menggali potensi yang ada di daerah meliputi flora dan fauna serta kekayaan alam yang belum diberdayakan, Ekspedisi NKRI melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, melalui kegiatan pembangunan karakter dan bela negara, penyuluhan Keluarga Berencana, Keluarga Pra-sejahtera, penyuluhan kelestarian Sumber Daya Alam, pengobatan massal, bakti sosial, karya bakti infrastruktur sekolah dan tempat ibadah, kegiatan sanitasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan Ekspedisi melibatkan 1.227 personel, terdiri dari berbagai elemen bangsa, dari TNI, Polri, para Ahli (Peneliti), Mahasiswa (Akademisi), Pemda dan Masyarakat. Pelaksanaan Ekspedisi berlangsung sejak tanggal 5 Februari, dan berakhir pada tanggal 5 Juni 2015. Ekspedisi 2015 adalah yang ke-5, setelah Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Kalimantan. (Tim Media Ekspedisi NKRI 2015).

Kamis, 23 April 2015

Tim Geologi Ekspedisi NKRI Temukan Bukit Unik Berisi Batu Heksagonal di Bima


Tim geologi Ekspedisi NKRI 2015 Koridor Kepulauan Nusa Tenggara Subkorwil 4/Bima telah mendata puluhan jenis batu di kawasan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu yang unik adalah ditemukannya bukit dengan tumpukan batuan berbentuk heksagonal atau segi enam.

Bukit tersebut terletak di Tanjung Meriam, ujung timur Sumbawa. Lokasinya di tengah laut. Untuk menuju ke sana, tim harus menggunakan kapal. Helikopter juga tak dapat mendarat karena tak ada area yang memadai untuk dijadikan landasan heli.

"Lokasinya di tengah laut, dekat Pulau Komodo," kata Tim Geologi Subkorwil 4/Bima Ekspedisi NKRI 2015, Masykur kepada detikcom, Kamis (23/4/2015).

Hampir seluruh sisi bukit ini tertutup dengan batu. Batu-batu yang menutupi bukit itu hampir seluruhnya berukuran sama, yaitu berdiameter sekitar 25 cm. Sementara panjangnya berkisar antara 2-3 meter dengan separuh batu telah menancap dan tertutup tanah.

"Kalau dilihat dari jenis batuannya, ini batuan beku yang secara ekonomis tidak terlalu bermanfaat bagi masyarakat," ujar Masykur.

Ia menjelaskan, batuan beku terbentuk karena magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif. Batuan ini dapat berubah jenis jika mengalami proses magmatis.

Uniknya, selain ukurannya sama dan sebangun, susunan batuan ini juga masih tampak rapi. Dari bawah hingga ke atas, seakan ada teras untuk dipijak yang berfungsi seperti tangga. Masykur mengaku belum mengetahui apakah batuan tersebut terbentuk berdasarkan proses alamiah atau hasil karya tangan manusia."Kami masih dalami itu susunan apa sebetulnya. Namun kalau secara ilmiah, ada juga penjelasan yang masuk akal," terangnya.

Warga yang tinggal tak jauh dari sekitar lokasi justru mengkeramatkan bukit batuan tersebut. Mereka tak pernah mendatangi bukit itu dan tak tahu menahu asal mula bukit batuan unik tersebut.

"Batunya itu diangkerkan oleh warga sekitar," tutur pria yang bertugas di Dinas Pertambangan Kabupaten Bima ini.

Di samping batuan tersebut, tim telah menemukan sekitar 33 jenis batuan di Bima, seperti batu gamping, oker, bijih besi, andesit, kuarsa kristalin, perlit pancawarna, urat marmer, basilisied wood dan masih banyak lagi. Batu-batu tersebut ditemukan di berbagai tempat di wilayah Bima.

Selain tim geologi, Ekspedisi NKRI 2015 juga menurunkan 5 tim lain, yaitu tim sosial budaya, potensi bencana, pengabdian masyarakat, flora fauna dan kehutanan. Saat ini tim tengah berada di sisi barat Bima atau di sekitar kawasan Gunung Tambora untuk melakukan penelitian dan membantu kebutuhan masyarakat sekitar.

"Mereka akan bertahan di sekitar Tambora selama 1 bulan," kata Wakil Komandan Subkorwil 4/Bima, Kapten Inf Tri Wiratno.

Ekspedisi ini dijadwalkan berakhir pada awal Juni mendatang. Selain Bima, ada 7 subkorwil lain yang menjadi fokus ekspedisi kali ini, yaitu Subkorwil Karangasem, Lombok Timur, Sumbawa, Sumba Barat Daya, Ende, Alor dan Belu.

Source : http://news.detik.com/read/2015/04/23/081144/2895655/10/2/tim-geologi-ekspedisi-nkri-temukan-bukit-unik-berisi-batu-heksagonal-di-bima

Tim Ekspedisi NKRI Menggelar Pengobatan di Daerah-Daerah Perbatasan


Rote, NTT – Tim ekspedisi NKRI 2015 Subkorwil 8/Belu gencar menggelar pengobatan massal di daerah tertinggal, terpencil, dan perbatasan.Setelah menggelar di Kabupaten Belu, TTU, dan TTS, Tim ekspedisi NKRI 2015kini menggelar pengobatan massal di Pulau Rote.Tepatnya di Desa Mbuain, kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rotendao, Rabu (22/04/2015).

Dalam kegiatan ini, tim ekspedisi NKRI bekerjasama dengan SD GMIT Mbuain dan dinas kesehatan kabupaten Rotendao. Drg. Suhardi selaku kepala dinas kesehatan menurunkan 10 dokter, 7 perawat, 4 pembantu perawat dan 3 farmasi untuk membantu pengobatan massal ekspedisi NKRI.
Pengobatan massal ekspedisi NKRI yang bertempat di lingkungan SD GMIT Mbuain ini, tak hanya dimanfaatkan oleh warga desa Mbuain dan warga desa-desa sekitar, namun juga warga dari pulau nuse yang berjarak cukup jauh dari lokasi juga memanfaatkannya. Tercatat sebanyak 256 pasien yang datang berobat.
“Mayoritas pasien yang datang adalah petani rumput laut.Dan kebanyakan dari mereka mengeluhkan penyakit nyeri lambung atau maag.Penyebabnya dari pola makan yang tidak teratur, dan keseharian mereka yang pergi bekerja hanya berbekalkan air dan sirih pinang.”,ujar lettu.Ckm dr. Martin, selaku dokter dalam tim ekspedisi NKRI.
Turut hadir juga ketua camat Rote Barat dan kepala desa Mbuain.“Kami sangat senang dengan adanya pengobatan massal ekspedisi NKRI secara gratis di daerah kami ini.Warga tak perlu susah-susah kekota untuk pergi berobat”, ucap Ferdy Boboy, kepaladesa Mbuain.
Selain menggelar pengobatan massal,tim ekspedisi NKRI juga membantu mengajar perilaku hidup bersih sehat (PHBS), peraturan baris-berbaris (PBB), dan mata pelajaran sekolah kepada siswa-siswa SD GMIT Mbuain dan SD GMIT Oelolot. Direncanakan bulan Mei depan, tim ekspedisi NKRI akan menggelar pengobatan massal dan operasi katarak di Kabupaten Kupang. (Tim Media Ekspedisi NKRI 2015)

HASTAG #EKSPEDISINKRI

CEREMONY

Sosial Budaya

Penjelajahan

Geologi

 
Design By eighTsuN Copyright © 2015 Ekspedisi NKRI